Sabtu, 04 Desember 2010

Apa Itu RIVERSIDE FEST ! !


        Salam Sisi Sungai. Pada Goresan ini kami akan Sedikit bercerita tentang satu event yang kami banggakan dan kami laksanakan mungkin dalam periode tidak begitu lama. Yes, kami akan sedikit berbagi informasi tentang RIVERSIDE FEST!!. RIVERSIDE FEST!! mungkin sebuah nama yang kami yakin teman - teman sekalian sedikit heran dengan nama ini. Mungkin maksud dari Riverside yang kami ambil ini berawal dari pemikiran kami terhadap suatu tempat tongkrongan kami yaitu sebuah warung kopi disebuah sisi sungai disekitar kawasan pendidikan di daerah lengkong, mungkin sudah tidak asing untuk teman - teman semuanya. Karena RIVERSIDE FEST ini kita selenggarakan di kawasan pendidikan tersebut dan tepat bersebelahan dengan salah satu sungai yang cukup terkenal kucel di bandung,

REVIEW RIVERSIDE FEST 1 & 2




          Mungkin sudah terlalu lama me review pesta bulanan kami yang pertama dan kedua ini, tapi alangkah baiknya apabila kita ceritakan semua daripada tidak sama sekali :P. Mari kita mulai.

RIVERSIDE FEST 1 (The Beginning )

        Salam Sisi Sungai!! Pada hajatan pertama kami ini, kami persiapkan dengan matang dengan dana ala kadarnya, dari mulai perijinan yang membuat kita terkejut karena acara bisa bergulir, hingga animo teman - teman yang memberi respon baik terhadap acara kami. Big proud for people make this event fvc*ink awesome.yeah. Pada RIVERSIDE FEST 1 ini acara yang kami sajikan cukup membuat animo pengunjung betah untuk tinggal lama, karena dari awal mereka masuk kedalam basement tempat event kami berlanjut, mereka sudah disuguhkan oleh pameran fotografi yang diselenggarakan oleh teman - teman kami dari KFLB (komunitas Fotografi Lengkong Besar 68) sebuah persembahan yang membuat kami puas untuk selalu bekerja sama. 
      Dalam event perdana ini kami berikan perform -


'EKSIBISIONISME RELIGIUSITAS DALAM UPAYA MEMPERTAHANKAN EKSISTENSI'




     Belakangan ini saya banyak melihat do’a-do’a berseliweran di situs jejaring sosial gratis(konteks di sini adalah facebook). Sudah seperti menu wajib yang harus saya jumpai tiap hari. Disinilah mungkin titik dimana kepercayaan bertemu materi dan tuhan bertemu teknologi. Seperti sebuah rel yang berjalan berdampingan dan pada akhirnya bertemu dalam satu titik. Bukan satu hal yang salah atau sesat memang,namun saya hanya ingin berbagi sedikit kegelisahan dari fenomena-fenomena seperti ini. Kerna kita selalu mempunyai kesempatan untuk mensiasati dan bernegosiasi untuk tidak begitu saja mengamini.Sehingga tidak menghilangkan kesadaran kita sebagai manusia.Kita harus tetap terbangun dari dunia yang telah lama ‘meninabobokan’ kita. Perjumpaan saya dengan budaya populer seperti handphone,tivi,game,google,cafe,dan terutama facebook(yang sejarahnya begitu banyak dikuasai melebihi pengetahuan tentang hari lahir RA Kartini) adalah luapan pengalaman yang dimaknai dan ditafsirkan dalam benak posisi serta kepentingannya.Jujur saja,

Kamis, 02 Desember 2010

Ledakan Gunblasting!!

         Sekitar setahun lalu, tepatnya Desember 2009, di pinggiran kota Bandung yang sejuk terbentuk sebuah band yang memiliki pondasi musik  rock yang kental yang kemudian merambah ke ranah yang lebih spesifik, stoner rock. Band itu bernama Gun Blasting, nama yang mewakili harapan yang mereka inginkan, yaitu menciptakan sebuah racikan musik rock yang memacu adrenaline pendengarnya sekaligus mencocor gendang telinga siapa pun yang menganggap musik rock sebagai santapan sehari-hari.
        Gun Blasting dijejali lima anak muda berkemaun keras dan memiliki ambisi segudang serta tak mudah menyerah. Kelima anak itu adalah Syafriady (vokal), Gelar Ginanjar (gitar), Pranadipa Karendra (gitar), Arfianto (bas), dan Sony (drum). Meski mereka memiliki perbedaan selera musik, namun hal itu justru membuahkan hasil yang patut diapresiasi tinggi. Hasil itu adalah sebuah demo EP bertajuk South Side From The East yang dirilis Agustus 2010. EP  tersebut mereka akui tak bisa lepas dari dukungan moral dan bantuan teman-teman serta keluarga di lingkungan tempat tinggal mereka. Salah satunya adalah Tomy Budiawan dari Godless Symptomps.
EP yang berisi 3 buah track berjudul, “Ashamed Luxury Life”, “Poor Living Is Not A Curse”, serta “A Great Rage From A Plain Paper” itu semua liriknya berisi sindiran-sindiran sosial terhadap lingkungan sekitar. “Ashamed Luxury Life” mendeskripsikan bagaimana kepenatan yang mereka rasakan terhadap kehidupan urban yang mereka anggap selalu menilai sesuatu dengan uang. Sementara “Poor Living Is Not A Curse” berisi ajakan hidup untuk saling berbagi dan mengasihi sesama. Sedangkan “A Great Rage From A Plain Paper” mencitrakan kebencian mereka terhadap perlakuan kasar orang tua terhadap anak.
         Saat ini, Gun Blasting masih mencoba mengepakkan sayap-sayap mereka ke area lebih jauh lagi. Mereka tak ingin hanya dikenal di Bandung tetapi di kota-kota besar lain di Indonesia. Meski demikian, mereka cukup bersabar dalam melakukan invasi tersebut. Tampil dari satu panggung ke panggung lainnya masih menjadi agenda rutin di samping mempromosikan materi mereka melalui beberap situs jejaring sosial seperti facebook, twitter, ataupun myspace. Intinya, Gun Blasting selalu siap meledakkan kuping siapa pun yang berada tepat di hadapannya. Bersiaplah!

Source :  http://www.likethisentertainment.com/story/main-band-profile/435-ledakan-gun-blasting.html

FOR INFO :

or find at Facebook Gunblasting

For Listen "Gunblasting - South Side From The East EP"

LinkWithin