Sabtu, 04 Desember 2010
Apa Itu RIVERSIDE FEST ! !
REVIEW RIVERSIDE FEST 1 & 2
Mungkin sudah terlalu lama me review pesta bulanan kami yang pertama dan kedua ini, tapi alangkah baiknya apabila kita ceritakan semua daripada tidak sama sekali :P. Mari kita mulai.
RIVERSIDE FEST 1 (The Beginning )
Dalam event perdana ini kami berikan perform -
'EKSIBISIONISME RELIGIUSITAS DALAM UPAYA MEMPERTAHANKAN EKSISTENSI'
Belakangan ini saya banyak melihat do’a-do’a berseliweran di situs jejaring sosial gratis(konteks di sini adalah facebook). Sudah seperti menu wajib yang harus saya jumpai tiap hari. Disinilah mungkin titik dimana kepercayaan bertemu materi dan tuhan bertemu teknologi. Seperti sebuah rel yang berjalan berdampingan dan pada akhirnya bertemu dalam satu titik. Bukan satu hal yang salah atau sesat memang,namun saya hanya ingin berbagi sedikit kegelisahan dari fenomena-fenomena seperti ini. Kerna kita selalu mempunyai kesempatan untuk mensiasati dan bernegosiasi untuk tidak begitu saja mengamini.Sehingga tidak menghilangkan kesadaran kita sebagai manusia.Kita harus tetap terbangun dari dunia yang telah lama ‘meninabobokan’ kita. Perjumpaan saya dengan budaya populer seperti handphone,tivi,game,google,cafe,dan terutama facebook(yang sejarahnya begitu banyak dikuasai melebihi pengetahuan tentang hari lahir RA Kartini) adalah luapan pengalaman yang dimaknai dan ditafsirkan dalam benak posisi serta kepentingannya.Jujur saja,
Kamis, 02 Desember 2010
Ledakan Gunblasting!!
Sekitar setahun lalu, tepatnya Desember
2009, di pinggiran kota Bandung yang sejuk terbentuk sebuah band yang
memiliki pondasi musik rock yang kental yang kemudian merambah ke ranah
yang lebih spesifik, stoner rock. Band itu bernama Gun Blasting, nama
yang mewakili harapan yang mereka inginkan, yaitu menciptakan sebuah
racikan musik rock yang memacu adrenaline pendengarnya sekaligus
mencocor gendang telinga siapa pun yang menganggap musik rock sebagai
santapan sehari-hari.
Gun Blasting dijejali lima anak muda
berkemaun keras dan memiliki ambisi segudang serta tak mudah menyerah.
Kelima anak itu adalah Syafriady (vokal), Gelar Ginanjar (gitar),
Pranadipa Karendra (gitar), Arfianto (bas), dan Sony (drum). Meski
mereka memiliki perbedaan selera musik, namun hal itu justru membuahkan
hasil yang patut diapresiasi tinggi. Hasil itu adalah sebuah demo EP
bertajuk South Side From The East yang dirilis Agustus 2010. EP
tersebut mereka akui tak bisa lepas dari dukungan moral dan bantuan
teman-teman serta keluarga di lingkungan tempat tinggal mereka. Salah
satunya adalah Tomy Budiawan dari Godless Symptomps.
EP yang berisi 3 buah track
berjudul, “Ashamed Luxury Life”, “Poor Living Is Not A Curse”, serta “A
Great Rage From A Plain Paper” itu semua liriknya berisi
sindiran-sindiran sosial terhadap lingkungan sekitar. “Ashamed Luxury
Life” mendeskripsikan bagaimana kepenatan yang mereka rasakan terhadap
kehidupan urban yang mereka anggap selalu menilai sesuatu dengan uang.
Sementara “Poor Living Is Not A Curse” berisi ajakan hidup untuk saling
berbagi dan mengasihi sesama. Sedangkan “A Great Rage From A Plain
Paper” mencitrakan kebencian mereka terhadap perlakuan kasar orang tua
terhadap anak.
Saat ini, Gun Blasting masih mencoba
mengepakkan sayap-sayap mereka ke area lebih jauh lagi. Mereka tak ingin
hanya dikenal di Bandung tetapi di kota-kota besar lain di Indonesia.
Meski demikian, mereka cukup bersabar dalam melakukan invasi tersebut.
Tampil dari satu panggung ke panggung lainnya masih menjadi agenda rutin
di samping mempromosikan materi mereka melalui beberap situs jejaring
sosial seperti facebook, twitter, ataupun myspace.
Intinya, Gun Blasting selalu siap meledakkan kuping siapa pun yang
berada tepat di hadapannya. Bersiaplah!
Source : http://www.likethisentertainment.com/story/main-band-profile/435-ledakan-gun-blasting.html
Source : http://www.likethisentertainment.com/story/main-band-profile/435-ledakan-gun-blasting.html
FOR
INFO :
or
find at Facebook Gunblasting
For
Listen "Gunblasting - South Side From The East EP"
Langganan:
Postingan (Atom)


